Cari di Blog Ini

Senin, 21 November 2011

program antenna log periodic dan yagi

karena males upload, silahkan download dari sini saja ya :) masih under DOS, Insya Allah dirubah ke Windows.
sayangnya gak bisa berjalan di OS 64 bit :(

melebarkan kemampuan Motorolla GP88

Wide Band frequency modification for GP88
The basic process is just unlock lowest and highest limit of frequency.

offset 20351 94 change to 00
offset 20352 11 change to 00
offset 20358 5c change to 06
offset 20359 12 change to 27

offset 20365 94 change to 00
offset 20366 11 change to 00
offset 20372 5c change to 06
offset 20373 12 change to 27

offset 20379 94 change to 00
offset 20380 11 change to 00
offset 20386 5c change to 06
offset 20387 12 change to 27

offset 199688 5c change to 06
offset 199689 12 change to 27


Now, how is it works ? 
can you see 94 paired with 11 --> 1194,
                    5c paired with 12 -->1254 and so on ?

If you put the numbers with these series 1194, 125c, 0000, 2706
          1194 hex is 4500 in decimal
          125c hex is 4700 in decimal
          0000 hex is of course 0 in decimal
          2706 in hex is 9990 in decimal
Now you can see 4500 (450.0 in frequency) is the lowest frequency permitted for Motorola (F3) and 4700 (470.0 in frequency) is the highest frequency permitted for Motorola (F3) If you change 4500 to 0000 and 4700 with 9990 it means that the limit is extended (erased ?). With this method you can change the limitation of your Motorolla RSS as your wish.

Have fun de edi - YCØHLE ycØhle@qsl.net

memodifikasi Motorolla GP 88 menjadi GP300

Modification GP88 to GP300
open the GP88 file with hex workshop or other software
change number 23 with number 14 at offset 0000000C


3133 3354 5545 3439 3230 0403 2304 0102 <-- recognized as GP88 (original)
3133 3354 5545 3439 3230 0403 1404 0102 <-- recognized as GP300

write to the disk, finish.
run the program, and your GP88 recognized/detected as GP300 with full GP300 features.

membuat antenna 80 meter

Sharing bagi yang ingin bekerja pada 80 meter band tetapi lahan kurang "bersahabat" :
Antenna ini adalah hasil jiplakan dari antenna karya Nadisha, 4S7NR.
4S7NR mendeskripsikan antennanya menggunakan coil bernilai 67.83 μH, dengan 104 lilitan sepanjang 3.5”, dalam tulisannya tidak disebutkan diameter coil, setelah dihitung dengan software yang ada, ternyata diameter coil adalah 1” dengan ukuran kawat 0.855mm. Selain itu juga disebutkan panjang tiap elemen adalah 3.66 meter untuk sisi dalam dan sisi luar.
Sebagai gambaran bisa dijelaskan pada gambar di bawah ini :

------------------------------------------------00000------------------------------------------------x
sisi luar (kawat B)                                               coil                            sisi dalam (kawat A)        feed point
     3.66 m                                                       67.83 μH                                3.66 m
Berhubung yang saya miliki adalah paralon ½”, maka ukuran/jumlah gulungan saya
sesuaikan dengan apa yang saya miliki, dengan penjelasan sebagai berikut :
o buat 2 buah coil dengan kawat 1 mm pada paralon 1/2" sebanyak 151 lilitan,
nilai induktansi dari coil tersebut mendekati 67.83 μH, anda boleh menggunakan
ukuran lain, yang penting nilai induktansinya mendekati angka tersebut di atas.
o siapkan 2 pasang kawat 1.5 mm (atau lebih) sepanjang 3.66 m, dipakai sebagai
elemen sisi dalam, kita sebut sebagai kawat A.
o siapkan 2 pasang kawat 1.5 mm (atau lebih) sepanjang 2.78 m, dipakai sebagai
elemen sisi luar (dianjurkan untuk melebihkan ukuran sepanjang 50 cm), kita
sebut sebagai kawat B. Angka ini didapat setelah dilakukan trial and error pada
ketinggian 8 meter dari permukaan tanah dan bekerja pada frekuensi tengah
3.850 MHz.
o Rangkai bahan-bahan di atas dengan susunan dari feed point ke ujung antenna
sebagai berikut : kawat sisi dalam (A) – coil – kawat B.

-------------------------------------00000----------------------------------------------------------x
sisi luar (kawat B)                                coil                                 sisi dalam (kawat A)                  feed point
2.78 m                                           67.83 μH                                        3.66 m

Rancangan ini akan resonant pada frekuensi sekitar 3.250MHz s/d 3.850MHz.
Bila ingin bekerja pada frekuensi lebih tinggi, kurangi panjang elemen sisi luar
(kawat B). Begitu pula bila ingin bekerja pada frekuensi yang lebih rendah,
tambahkan panjang elemen sisi luar (kawat B).
Setiap mengurangi/menambah elemen sepanjang 5 cm berakibat perubahan
frekuensi sebanyak 19 KHz.
Untuk menyesuaikan panjang elemen, elemen bisa ditekuk (dilipat) sesuai ukuran
yang diharapkan. Dalam menggunakan antenna ini, saya mengunakan balun 1:1.

salam,
edi-YC0HLE.

Untuk mudahnya, silahkan klik di link ini :)

membuat antenna J-Pole untuk VHF-UHF

Banyak artikel tentang antenna J-Pole untuk 2 M Band atau dualband (144/440) dapat ditemukan di internet (contohnya : http://www.hamuniverse.com/jpole.html), tetapi belum ada yang sesuai dengan band plan YB yang frekuensi UHF-nya 430-440 MHz, biasanya band UHF-nya akan dimulai dari 440 MHz dan swr 1:1 akan didapat pada frekuensi 450 MHz.
Berdasarkan beberapa referensi dari internet saya mencoba untuk membuat J-Pole antenna yang cocok untuk band di YB.
Hasil dari percobaan saya adalah sbb :
elemen panjang (long section)  = 155  cm
elemen pendek (short section)  =  53  cm
spasi antar elemen (spacing)  =   4  cm
feed point pada elemen panjang  =   6,5cm
feed point pada elemen pendek  =   2  cm
pegangan antenna   = panjang "bebas", jangan kena ground (isolated from ground)!

Hasil yang didapat sbb :
pada band amatir YB :
144 MHz = swr 1:1,1
148 MHz = swr 1:1,3

430 MHz = swr 1:1,2
435 MHz = swr 1:1
440 MHz = swr 1:1,2

diluar band amatir YB :
140 MHz = swr 1:1,3
142 Mhz = swr 1:1,2
150 MHz = swr 1:1,5

425 MHz = swr 1:1,4
445 MHz = swr 1:1,4

FRS/GMRS
pada band FRS/GMRS (462 MHz & 467 MHz) swr ada pada sekitar 1:1,3



Pada percobaan ini saya menggunakan radio FT-8900R dengan power pada VHF sekitar 50 watt dan pada UHF sekitar 35 watt.
Semoga bermanfaat.

salam,
Purwoko E. Nugroho - YCØHLE@GMAIL.COM

Selasa, 08 November 2011

menjalankan 2 website dalam 1 mesin (berbeda port)

Seorang teman saya mencoba membuat aplikasi berbasis web dalam sebuah server, dan berhasil :)
Permasalahan muncul saat teman saya membuat aplikasi kedua dengan basis web juga, dan ingin di-install di mesin server yang sama.

Untuk itu buatlah beberapa website dengan port yang berbeda, boleh dalam IIS, atau apache.
Kalau di IIS, buat website, tentukan direktori tempat halaman web diletakkan, lalu tentukan port yang akan digunakan, misal 8080, 8088, 8000, dll.
setelah itu silahkan dicoba dengan metode http://localhost:8080, http://localhost:8088http://localhost:8000, dll

Selamat mencoba :)